andRyans webblog


Kawasaki Ninja 250R, KLX 250S & Athlete
06/17/2008, 3:47 pm
Filed under: Motor, Motor - Review Tips & Trick | Tag: ,

Lama enggak menelurkan produk terbarunya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) langsung meluncurkan 3 varian; Ninja 250R, KLX 250S & Athlete. Mr. Testo pun langsung jajal semuanya. Tapi sayang, trek yang disediakan kurang memadai. Makanya buat sementara, Mr. Testo kasih ilustrasi dulu, ya soal ketiganya.

Kawasaki Athlete 125

Ini bebek gaya sport. Tampak dari mesin yang datar, tapi berdesain sporti. Klop sama desain diamond headlamp-nya yang menyatu lampu sein. “Sehingga terlihat lebih kompak dan terang. Selain itu percahayaan jadi lebih fokus,” tutur Mr. Testo.

Spidometernya sistem analog, cukup mudah dibaca. Lalu posisi tangki di atas underbone disinyalir untuk menjamin kestabilan saat bermanuver. “Isi bensin jadi enggak repot,” ucap Freddyanto Basuki, manajer promosi & R and D PT KMI.

Soal mesin, sayangnya saat gas dipelintir, agak kurang mengentak (putaran bawah ke tengah). “Gimana kalo di atasnya, ya?” tanya Mr. Testo yang sudah pasti belum bisa menjajal karena keterbatasan trek test ride. Tapi suspensi monosoknya, mendukung kestabilan waktu Athlete diajak manuver tajam.

Kawasaki KLX 250S

Ini cocok buat motormania yang doyan off-road plus jalan di aspal. Maklum, tampang KLX 250S injeksi ini mengacu motor trail special engine. Asyiknya, meski jangkung, besutan ini cukup mudah dikendarai, terutama bagi rider yang tingginya 175 cm.

Suara halus khas mesin 4-tak terdengar saat engine distart. Ditambah, panel instrumen dasbor yang sebadigital, selain mudah dibaca juga terkesan futuristik. “Ada juga penunjuk waktunya lo, biar saat main tanah enggak kebablasan nih,” canda Mr. Testo.

Pastinya, sok depan upside down dan belakang monosok membuat Mr. Testo gak ragu saat menikung bergaya crosser. Tapi lagi-lagi, power seutuhnya belum bisa kami detailkan. Karena memang trek di Gelora Bung Karno itu sangat terbatas.

Kawasaki Ninja 250R

Secara tongkrongan, tentu kami tak asing lagi. Karena di beberapa edisi lalu kami sudah pernah ngejajal. Tapi ya inilah, untuk sementara pilihan motor sport 250 ccc ber-fairing yang secara desain yahud punya (malah dapat award Mr. Testo, lo).

“Dikendarainya juga gampang,” kata Mr. Testo. Maklum, tester kita itu punya tinggi 178 cm. Tenaganya? Pastinya, KMI sudah melakukan pembenahan. Terbukti saat kami jajal kemarin, powernya begitu mengentak ala moge dari awal sampai putaran atas. Lebih detail, kami akan bahas buat Anda di edisi mendatang.

sumber: otomotifnet


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

menurut saya kawasaki ninja baru mengadaptasi dari motor super bike , jdi klo di bawa untuk free style lebih berat dri pada ninja yg lama ..

Komentar oleh adi derisman

compare athlete dengan satria dong.
skalian compare juga dengan jupiter MX yup.
thx

Komentar oleh asker




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: