andRyans webblog


Sudut Klep Harus Sesuai Sudut Sitting
11/20/2008, 7:25 am
Filed under: Motor, Motor - Review Tips & Trick | Tag: ,

OTOMOTIFNET – Minggu lalu dibahas perlakuan terhadap klep baru. Terutama pada bagian bibir payung klep. Harus dibikin dua sudut bertingkat. Sudut paling bawah 45 derajat dan atas 30 derajat (gbr. 1). Maksudnya supaya aliran gas bakar lebih lancar dan mampu meningkatkan tenaga mesin.

klep2008-11-20_141229

Suwarno Harjo Setio selaku produsen klep TK mewanti. Katanya dua sudut bertingkat itu harus diimbangi juga pada sitting klep atau dudukan katup. “Supaya klep mampu menutup rapat dan kompresi tidak bocor,” jelas Koh Setio yang juga bos Polaris Variasi di Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat itu.

Lebih rinci tentang pembuatan sitting klep, Chandra dari bengkel bubut Master Tjendana kasih penjelasan. “Diameter dalam sitting klep juga harus dibikin multi-angle seat. Tingkatanya yaitu 75o, 60o, 45 derajat dan 30 derajat (gbr. 2),” tambah tukan bubut dari Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.

klep2008-11-20_141234

Dari tingkatan itu bisa ditebak. Nantinya sudut 45o di bibir payung klep akan ketemu dengan sudut 450 di sitting klep. “Jadi klop dan tidak perlu terlalu lama skir klep,” jelas Chandra yang menyandang gelar Master of Valve Setter ini.

Lebih jauh Chandra yang masih lajang itu juga kasih penjelasan. Katanya permukaan diameter dalam sitting klep juga harus dibikin radius atau jari-jari. Besarnya jari-jari itu 10-12% dari diameter klep. Lebih jelas silakan perhatikan gambar (gbr. 3).

Paling penting lagi supaya aliran gas bakar lancar jaya kudu cermati besar diameter dalam sitting klep. “Menurut teori sih 88 sampai 90% dari diameter payung klep,” ungkap brother yang sedang mendambakan pasangan hidup baik hati itu.

Misal klep isap TK 28 mm yang banyak dipakai mekanik untuk bebek 4-tak 125 cc. Tinggal dikalikan 28 x 88% = 24,6 mm. Jika mau lebih besar tinggal hitung dari 28 x 90% = 25,2 mm.

Perlu diperhatikan juga ketika membuat dudukan klep yaitu diameter luar. Menurut Chandra tergantung dari diameter klep dan luas ruang bakar. Misalnya Chandra pakai klep TK 28 mm. Diameter dalam sitting klep 24,6 mm dan diameter luar 30 mm.

Satu lagi yang mesti diperhatikan yaitu tinggi sitting klep. “Supaya tahan pukulan tingginya 5-6 mm. Bahan yang digunakan besi ancuran (iron cast) atau albronch,” jelas Chandra yang bisa ditanya lebih jauh soal dudukan klep di (022) 6022179.

ALBRONCH DAN TEMBAGA

Bikin sitting klep banyak tukang bubut sudah pada tahu. “Paling sip material albronch. Selain lunak juga tahan pukulan,” cerita Wok Sutrisno yang bos bengkel bubut Budi Jaya Tehnic di Rancabolang, Margahayu, Bandung.
Untuk bahan bos klep, Wok memilih tembaga.  “Punya sifat licin tapi tahan gesek,” jelas Wok yang banyak pasang klep besar di Suzuki Smash dan Shogun 125 tim Suzuki AHRS.

Penulis/FOTO: Aong/HERRY AXL
Sumber: Otomotifnet


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: