andRyans webblog


Mau Tahu Cara Take Over KPR? Simple…
07/09/2015, 4:34 am
Filed under: Personal News | Tag:

image

Cerita nya sekitar 2thn an yg lalu saya beli rumah dan memilih KPR di Bank BTN mengingat bank tersebut memberikan kemudahan apabila developer belum membuat surat sertifikat pecah maupun promo DP kecil.

Tidak ada pilihan saat itu padahal saya sebagai salah satu karyawan disalah satu bank mempunyai fasilitas KPR karyawan namun tidak bisa mengajukan karena tidak ada kerjasama dengan developer ditambah sertifikat belum pecah.

Sekitar Maret 2013 melakukan akad kredit dengan bunga 7.49% fix 2thn setelah itu mengikuti bunga umum yang berlaku.

Pada surat perjanjian kredit ada ketentuan untuk pelunasan dipercepat dikenakan pinalti 5% dari sisa hutang pokok…  Glek…  Ngga salah tuh? Benar itu jawaban kepala cabang saat itu dan tidak pula memberikan alternatif lain yang lebih ringan. *setelah akad saya mendapat info dari call center pinalti bisa saja 1% namun dengan suku bunga lebih besar sekitar 2% untuk 2thn pertama.

2 thn sudah,  akhirnya kena bunga umum 13.50% (per juni 2015) walhasil nilai cicilan membumbung tinggi. Ngga pakai pikir lama akhirnya memutuskan untuk pindah /Takeover ke bank tempat saya bekerja kebetulan ada fasilitas KPR karyawan 5% fix sampai lunas.

Proses Takeover :

  1. Ajukan surat permohonan pengurangan biaya pinalty kepada: Divisi NSLD (BTN PUSAT),  tembusan Cabang BTN dimana tempat dimana sertifikat berada. Proses sekitar 2 mingguan baru ada keputusan di hubungi via telepon oleh Bank BTN. *Hal ini berlaku juga apabila mau mengajukan permohonan penurunan suku bunga.
  2. Sambil menunggu keputusan, ajukan permohonan Takeover ke bank yang dituju dengan melampirkan: fc sertifikat,  fc ajb,  fc pbb terakhir,  imb,  fc kk,  fc ktp suami/istri,  akta lahir suami/istri & rekening koran terakhir kpr (minta ke Bank).  Isikan nilai sesuai dengan sisa plafond atau kalo mau refinancing lampirkan RAB. *Beberapa bank meminta IMB yang sudah dipecah apabila belum ada nego saja. *Apabila Anda bukan karyawan bank silakan di hitung untung rugi takeover, beberapa bank ada yang membebaskan biaya takeover.
  3. Bank tujuan takeover akan kembali mentaksasi rumah.
  4. Apabila dokumen maupun historis kredit tidak bermasalah proses akan dilanjutkan dengan keluarnya SPK
  5. Proses Akad, membayqr biaya yang timbul sbb:
    • Biaya Notaris,  didalamnya ada biaya cek sertifikat di BPN,  APHT,  dll…
    • Biaya assuransi jiwa
    • Biaya asuransi kebakaran
      Poin b dan c apabila bank tujuan mempunyai kerjasama bisa di teruskan, pastikan ditanyakan ke bank tujuan dan pihak asuransi.
  6. Pada hari yang sama bank tujuan akan mentransfer (RTGS)  ke rekening saya di BTN
  7. Konfirmasi ke BTN bahwa dana telah tersedia.
  8. BTN mengeksekusi pelunasan dengan mendebet rekening kita di bank BTN.
  9. H+1 datang ke Bank BTN untuk mengambil surat seperti Sertifikat,  AJB, Roya,  Surat keterangan pelunasan. Jangan lupa mengurus refund asuransi apabila asuransi berbeda si bank tujuan.

Refund assuransi jiwa & kebakaran mempunyai SLA 3 bulan menurut pegawai BTN, sungguh luar biasa lambatnya proses dan lagi-lagi debitur yang kena imbasnya (flow refund: btn kirim form refund ke broker, broker melanjutkan ke pihak assuransi dlm hal ini jiwasraya)

Overall kalo dibilang rugi pasti rugi karena selama saya jadi debitur bank BTN hanya membayar 3% dr pokok hutang. Namun saya mempunyai perhitungan sendiri yang menguntungkan dengan fasilitas sebagai karyawan bank🙂 .

Salam,


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

1. kirim surat by kurir/pos/jne dsb, pengurangan 1% (lumayan)
2. refund asuransi perhitungan nya ada di lembaran polis silakan kalkulasikan. ass kebakaran dan jiwa di kembalikan setlah 3 bln. namun ass bisa di lanjutkan apabila bank tujuan menggunakan ass yg sama jd ga perlu bayar ass lagi.

Komentar oleh andryans

Siang… Infonya bermafaat sekali, kebetulan saya ingin melakukan take over kredit dari bank lama (btn) ke bank BRI. Yang ingin saya tanyakan disini adalah sbb:

1. Surat pengajuan pengurangan pinalti untuk pelunasan awal kpr alamat detail di tujukan nya by email, pos atau datang langsung ke cabang btn tempat kita AJB atau seperti apa ya? Dan dari pengalaman turun berapa % mas penalti akibat pelunasan nya?

2. Untuk asuransi Jiwa dan Kebakaran kalo memang bisa di refund (3 bulan setelah nya) mohon di infonya, apakah premi nya di kembalikan secara full atau hanya berapa % nya saja, mengingat kalo untuk di teruskan kemungkinan nya kecil karena asuransi nya seperti nya berbeda.
Hal lain nya, untuk asuransi jiwa, yang mempengaruhi besar kecil nya premi per bulan apakah dari segi durasi KPR atau dari segi umum debitur nya ya?

Mohon pencerahan nya, bisa replay disini atau email juga bisa di paruliandodik@gmail.com

Sekian terima kasih

Salam

Komentar oleh Dodik




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: